Pemkab Luwu Dorong Pendidikan Al-Qur’an untuk Perkuat Karakter Generasi Muda


Luwu, Aletheia.id – Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan pentingnya penguatan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi Kabupaten Luwu yang berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Ahad, 7 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti ratusan santri dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an itu menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan pembinaan generasi muda berbasis nilai-nilai keagamaan.

Mewakili Bupati Luwu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu menilai pendidikan karakter harus menjadi perhatian bersama di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial, mulai dari perceraian, kekerasan terhadap anak, hingga kenakalan remaja.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi persoalan ini. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan tokoh agama untuk bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.

Menurut dia, pembentukan karakter anak harus dimulai sejak usia dini karena periode tersebut menjadi fase penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola kehidupan generasi muda, sehingga peran keluarga menjadi semakin penting dalam mendampingi anak-anak menghadapi arus informasi yang datang tanpa batas.

“Anak-anak sekarang hidup dalam dunia yang berbeda dengan masa kita. Informasi masuk setiap saat melalui telepon genggam. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi, membimbing, dan memastikan anak-anak memperoleh nilai-nilai yang baik,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Luwu memandang pendidikan Al-Qur’an sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun generasi yang memiliki karakter kuat, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.

Karena itu, kegiatan Khotmul Qur’an yang dilaksanakan melalui Metode Ummi dinilai tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan moral dan spiritual generasi muda.

“Kalau kegiatan seperti ini hadir di setiap desa, saya yakin Kabupaten Luwu akan lebih cepat maju. Kita ingin melahirkan generasi yang kuat, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak Qurani,” ujarnya.

Sementara itu, panitia pelaksana melaporkan bahwa penerapan Metode Ummi di Kabupaten Luwu mulai berjalan sejak Oktober 2022. Program tersebut bertujuan menghadirkan sistem pembelajaran Al-Qur’an yang terstandar, sistematis, dan berkelanjutan.

Saat ini terdapat delapan lembaga pendidikan yang telah menerapkan Metode Ummi di Kabupaten Luwu dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 978 santri dan siswa. Program tersebut juga didukung 40 guru bersertifikasi serta dua trainer yang melakukan pembinaan dan supervisi secara berkala.

Panitia berharap kegiatan Khotmul Qur’an dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Luwu berharap pengembangan pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Ummi dapat menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan dan desa, sehingga berkontribusi dalam membentuk generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan zaman.