Wabup Luwu Ikuti Peluncuran Nasional Koperasi Desa Merah Putih


Luwu, Aletheia.id – Pemerintah Kabupaten Luwu mendukung percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa. Dukungan tersebut ditandai dengan keikutsertaan daerah dalam peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP secara nasional yang dipimpin Presiden RI melalui video conference, Sabtu, 16 Mei 2026.

Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu hadir mewakili Bupati Luwu dalam kegiatan yang dipusatkan di KDKMP Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua.

Turut hadir dalam kegiatan itu Dandim 1403/Palopo Windra Sukma Prihantoro, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muhammad Rudi, Anggota DPRD Luwu Desi Patantan, serta Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Luwu Bustam.

Pemerintah Kabupaten Luwu saat ini membangun 60 unit KDKMP dan 11 unit di antaranya telah siap dioperasikan. Koperasi tersebut disiapkan menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat desa melalui layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintah menargetkan sedikitnya 20 ribu koperasi serupa dapat mulai beroperasi pada Agustus tahun ini.

“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau tidak sampai 30 ribu dan hanya mencapai 20 ribu, itu juga prestasi yang saya kira jarang ditemukan di negara lain,” ujar Presiden.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu berharap keberadaan KDKMP mampu memperkuat perekonomian masyarakat desa sekaligus membuka peluang kerja baru.

“Kita berharap keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, koperasi ini juga diharapkan mampu membantu mengurangi angka pengangguran karena masyarakat dapat terlibat dan mengambil peran dalam pengelolaannya,” ujar Dhevy.

Pemerintah Kabupaten Luwu berharap program Koperasi Desa Merah Putih dapat memperluas akses usaha masyarakat sekaligus menjadi penggerak ekonomi desa berbasis gotong royong.