Wabup Luwu Terima Kunjungan Ketua Dewas BPJS Kesehatan di RSUD Batara Guru


Luwu, Aletheia.id – Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menyambut Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Pusat, Prof. Dr. Abdul Kadir, saat melakukan kunjungan kerja di RSUD Batara Guru Belopa, Kamis (23/10/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan evaluasi kesiapan layanan kesehatan di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Abdul Kadir dan menilai kunjungan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Luwu. Ia menyebut kondisi geografis Luwu, khususnya wilayah Walmas, masih membutuhkan pemerataan fasilitas kesehatan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka jalan bagi peningkatan akses dan fasilitas kesehatan, terutama di wilayah yang masih sulit dijangkau,” ujar Dhevy.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sektor kesehatan melalui program UHC Prioritas yang menjamin masyarakat dapat mengakses layanan hanya dengan menggunakan KTP. Kabupaten Luwu tercatat sebagai salah satu daerah di Sulsel yang tetap mempertahankan program tersebut.

Sementara itu, Prof. Abdul Kadir mengatakan kunjungannya bertujuan memastikan pelayanan BPJS Kesehatan berjalan sesuai standar dan tidak membedakan peserta BPJS dengan pasien umum. “Pelayanan harus bermutu, profesional, dan adil bagi seluruh pasien,” ujarnya.

Prof. Kadir juga mengapresiasi capaian UHC Prioritas di Luwu yang telah mencakup lebih dari 90 persen penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan arah kebijakan Kementerian Kesehatan yang berfokus pada penguatan layanan unggulan seperti jantung, kanker, stroke, dan urologi di rumah sakit daerah.

Ia menyebut RSUD Batara Guru menjadi salah satu rumah sakit yang akan menerima dukungan peralatan modern, termasuk cath lab, CT scan, dan MRI. “Harapan kami, pasien jantung di Luwu ke depan tidak perlu lagi dirujuk ke Makassar,” katanya.

Prof. Kadir juga menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia kesehatan serta penerapan rekam medis elektronik (RME). Ia mengingatkan agar pending claim BPJS tidak melebihi 3 persen untuk menjaga stabilitas keuangan rumah sakit.

Direktur RSUD Batara Guru, dr. Daud Mustakim, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga untuk mengevaluasi kesiapan rumah sakit dalam penerapan RME dan Kelas Rawat Inap Standar. “Ada 12 item standar yang sementara kami benahi untuk memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan langsung sejumlah fasilitas pelayanan, termasuk instalasi rawat inap, unit rekam medis elektronik, dan layanan BPJS Kesehatan di RSUD Batara Guru Belopa.