Abdullah Pannu, Kepala BPS Termuda di Sulsel Dorong Kebijakan Berbasis Data di Luwu Timur


Luwu Timur, Aletheia.id – Abdullah Pannu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur, menegaskan pentingnya peran data sebagai fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.

“Data bukan sekadar angka, tetapi dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Abdullah di Luwu Timur, Kamis, 23 April 2026.

Abdullah resmi dilantik pada 2 Maret 2026 sebagai Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, menjadikannya salah satu kepala BPS termuda di Sulawesi Selatan. Penunjukan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat Sistem Statistik Nasional di daerah serta mendorong pengambilan kebijakan berbasis evidensi.

Lulusan Magister Statistika Terapan dari IPB University dan Sarjana Statistika dari Universitas Hasanuddin ini memiliki rekam jejak sebagai Statistisi Ahli Muda serta pernah memimpin sejumlah tim strategis di BPS Kabupaten Luwu dan BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Pada 2025, ia juga terpilih sebagai Change Champion di lingkungan BPS Provinsi Sulawesi Selatan.

Abdullah Pannu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur

Penguatan sinergi antara BPS dan pemerintah daerah terlihat dalam audiensi strategis yang berlangsung pada 23 April 2026 antara Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, bersama Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum pengantaran resmi Abdullah dalam mengemban amanah barunya.

Dalam kesempatan itu, Puspawati menyambut baik kehadiran kepala BPS yang baru dan menekankan pentingnya peran data dalam pembangunan daerah. “Kita hidup di era di mana data adalah kekuatan, data adalah kompas, dan data adalah masa depan. Olehnya itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk membangun Luwu Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Abdullah mampu menghadirkan terobosan baru dalam pengelolaan data daerah. “Harapan kami, ide-ide inovatif saudara Abdullah dapat diimplementasikan dengan baik di Luwu Timur. Apalagi beliau adalah wija to Luwu, yang tentu memahami karakter dan kebutuhan daerah ini,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut juga ditekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan data yang berkualitas, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Sinergi tersebut dinilai krusial untuk memastikan setiap kebijakan daerah memiliki dasar data yang kuat.

Selain menjalankan tugas sebagai pejabat struktural, Abdullah juga aktif sebagai dosen praktisi dan asesor. Peran ini dinilai berkontribusi dalam meningkatkan literasi statistik serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor.

Ia mengusung dua agenda utama dalam kepemimpinannya, yakni memperkuat kolaborasi statistik sektoral melalui komunikasi, koordinasi, dan diplomasi lintas instansi, serta mendorong pemanfaatan data sebagai rujukan utama dalam pengambilan kebijakan.

Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang dimiliki, Abdullah Pannu dipandang sebagai representasi generasi muda Luwu Raya yang mampu menjembatani data dan kebijakan. Kepemimpinannya diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.