Kutai Timur, Aletheia.Id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mengambil langkah konkret dalam hal pengelolaan sumber daya alam (SDA) pada sektor perkebunan, terutama Kelapa Sawit yang saat ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
Melalui konsep perkebunan berkelanjutan, Pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyuniadi, berupaya menggerakkan sektor tersebut. Tidak hanya fokus mengekspor bahan mentah, namun saat ini sudah mengarah ke sektor hilirisasi dan diversifikasi sektor perkebunan sebagai poros pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Langkah konkret itu terlihat pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi UMKM, 13 koperasi petani kelapa sawit, dan sejumlah perusahaan besar kelapa sawit, yang disaksikan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, pada Selasa 15 juli 2025 di Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Dalam acara tersebut hadir pula dari pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan perkebunan, dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, para peserta menyaksikan peresmian kemitraan yang penting dalam rantai pasok kelapa sawit dengan para pemangku kepentingan dengan dukungan pemerintah dan mitra pembangunan.
Dalam acara Penandatanganan MoU tersebut juga menjadi momen penting bagi 614 petani sawit yang menerima Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB).
(*)
