Kutai Timur Targetkan Predikat Nindya Kabupaten Layak Anak 2026


Kutai Timur, Aletheia.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan peningkatan status Kabupaten Layak Anak (KLA) ke peringkat Nindya pada tahun 2026. Target tersebut diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutai Timur dengan berbagai organisasi masyarakat, dunia usaha, dan media massa.

Diskusi dan penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kutai Timur, Selasa, 16 Desember 2025, pukul 09.00–12.12 WITA, dengan melibatkan puluhan mitra lintas sektor.

Kepala DPPPA Kutai Timur Idham Chalid mengatakan kerja sama ini bertujuan memperjelas peran masing-masing pihak dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Kita adalah satu komunitas Kabupaten Layak Anak. Peran dan identitas setiap mitra harus jelas, sebagaimana sudah termuat dalam RPJMD Kutai Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini predikat Nindya masih didominasi daerah berstatus kota. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk memenuhi indikator penilaian KLA. “Target penilaian 2026 adalah Nindya. Dengan kerja sama ini, persyaratan peningkatan peringkat bisa kita penuhi bersama,” kata Idham.

DPPPA Kutai Timur juga menekankan peran media massa dalam mendukung KLA, khususnya melalui publikasi dan dokumentasi kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak sebagai bagian dari indikator penilaian nasional.

Mitra kerja sama meliputi organisasi profesi, lembaga layanan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga media. Di antaranya IDI, IBI, PPNI, PKK, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Puspaga, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, LPAI, RSUD, Polres Kutai Timur, APSAI, PT Pamapersada Nusantara, PT Kaltim Prima Coal, PDAM Tirta Tuah Benua, serta Forum Anak Kutai Timur dan KNPI.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap kolaborasi ini mendorong pemenuhan hak anak yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peluang daerah tersebut meraih predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya pada 2026.

Reporter: Ma’shum Jafar