Luwu, Aletheia.id — Bupati Luwu, Patahudding, membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Luwu 2025 di Ruang Pola Kantor Bupati Luwu, Senin, 10 November 2025. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting harus bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.
“Target kita adalah penurunan stunting, tidak perlu sering-sering rapat. Kalau regulasinya memungkinkan, anggarannya kasih ke bidan atau ahli gizi supaya cepat penurunan stunting,” kata Patahudding dalam sambutannya.
Patahudding juga meminta OPD terkait memperkuat dukungan lintas sektor. Ia menyinggung peran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam penyediaan rumah layak huni. “Karena ini tentu juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh unsur TPPS agar forum tersebut menjadi ruang evaluasi. “Identifikasi anak-anak yang stunting, lalu secepatnya kita beri perhatian. Kita bahu membahu bagaimana anak-anak cepat keluar dari kondisi stunting,” katanya.
Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Luwu, Masling Malik, menyampaikan bahwa rakor bertujuan memperkuat koordinasi TPPS dan menyinkronkan program percepatan penurunan stunting dari tingkat kabupaten hingga desa. “Rakor ini diharapkan mewujudkan sinkronisasi pelaksanaan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Rakor diikuti 242 peserta dari unsur OPD, PKK, camat, kepala desa/lurah, kepala puskesmas, dan petugas KB. Kegiatan tersebut ditujukan untuk menyusun strategi percepatan penurunan stunting sesuai indikator Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting.
