Sekda Luwu Timur Buka Bimtek PKK, Peserta Didorong Aktif dalam FGD


Makassar, Aletheia.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Tim Penggerak PKK Desa se-Kabupaten Luwu Timur di Hotel MaxOne Makassar, Ahad, 12 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli 2026 tersebut diikuti oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kabupaten Luwu Timur. Bimbingan teknis ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan kompetensi kader PKK dalam menjalankan peran strategisnya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ramadhan mengatakan pelaksanaan bimbingan teknis kali ini dirancang dengan pendekatan yang berbeda dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Menurut dia, proses pembelajaran tidak lagi semata-mata berfokus pada penyampaian materi secara satu arah di dalam kelas.

“Proses pembelajaran akan dikemas secara lebih interaktif, partisipatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah yang dihadapi kader PKK di lapangan,” kata Ramadhan.

Ia menjelaskan, selain mendapatkan penguatan konsep dari narasumber akademisi, peserta juga akan didampingi oleh fasilitator pemberdayaan nasional yang memiliki pengalaman dalam mengembangkan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi menjadi subjek pembelajaran yang aktif. Para kader akan diajak berdiskusi, bertukar pengalaman, mengidentifikasi potensi dan permasalahan di wilayah masing-masing, serta merumuskan solusi dan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di desa dan kelurahan.

Ramadhan menilai pendekatan pembelajaran partisipatif dapat menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran satu arah.

“Pengalaman yang dimiliki para kader PKK merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga,” ujarnya.

Menurut dia, perpaduan antara pengalaman kader, perspektif akademik, serta metode fasilitasi pemberdayaan dapat melahirkan gagasan baru, inovasi program, dan praktik-praktik terbaik dalam memperkuat peran PKK.

Ramadhan mengatakan PKK memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan daerah karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas kader tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk menerjemahkan berbagai program pembangunan ke dalam kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bimbingan teknis tersebut dilaksanakan oleh PT Pioner Ide Nusantara dengan menghadirkan narasumber akademisi dan fasilitator pemberdayaan nasional yang memandu sesi diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) selama kegiatan berlangsung.

Selain penguatan materi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghasilkan rencana aksi yang dapat diterapkan oleh peserta di wilayah masing-masing.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan Bimtek diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman peserta, tetapi juga menghasilkan gagasan, solusi, dan rencana aksi yang dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan program PKK di desa masing-masing.