BNPB; Massifnya Pembukaan Lahan Perkebunan Sawit Picu Banjir Luwu Utara


Tumpukan Kayu Pasca Banjir Luwu Utara

Aletheia.id – Pasca terjadinya banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara yang hingga kini menelan 30 korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya menyampaikan hasil analisis sementara faktor penyebab terjadinya banjir di Masamba, Luwu Utara(17/07/2020).

“Hasil analisis sementara Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat dua faktor penyebab banjir bandang Luwu Utara, yakni alam dan manusia,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangannyaā€¯, seperti dikutip dari detik.com, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: Jokowi Ucapkan Duka Cita, Netizen; Kenapa Tidak Dijadikan Bencana Nasional Pak?

Disebutkan selain faktor alam berupa cuaca akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, pembukaan lahan dihulu juga menjadi faktor penyebab terjadinya banjir bandang di Luwu Utara.

“Faktor manusia juga menjadi pemicunya, terpantau di lokasi adanya pembukaan lahan di daerah hulu DAS Balease dan penggunaan lahan massif perkebunan kelapa sawit. Terkait dengan pembukaan lahan ini, salah satu rekomendasi dari KLHK, yakni pemulihan lahan terbuka di daerah hulu,” paparnya.

Baca juga: Baso; Tempat Pengungsi Harus Standar Pengelolaan Bencana

Sebelumnya dikabarkan BNPB telah melakukan pengumpulan data-data di lapangan terkait penyebab banjir bandang di Masamba Luwu Utara.

(**)