Setelah Surat Kepala Desa Bonelemo, Jalan Rusak Mulai Diperbaiki: “Satu Menit Bisa Menentukan Nyawa”


Surat resmi Pemerintah Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, yang ditujukan kepada Bupati Luwu pada Senin, 14 Juli 2025.

Luwu, Aletheia.id – Setelah surat resmi dari Pemerintah Desa Bonelemo dikirimkan kepada Bupati Luwu, PT Masmindo Dwi Area akhirnya mulai melakukan perbaikan terhadap jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Desa Bonelemo, Baso SH, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keresahan masyarakat.

Dalam keterangannya, Baso menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Nota Hasil Persetujuan Dokumen (NHPD) telah memberikan izin penggunaan jalan daerah kepada perusahaan tambang emas tersebut, dengan syarat mutlak bahwa perusahaan wajib memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi.

“Kalau jalan rusak tidak diperbaiki, aktivitas warga terganggu. Waktu tempuh Bonelemo ke Bajo atau Belopa bisa bertambah 15 menit. Dampaknya banyak, dari orang sakit, jualan sayur, sampai kerusakan kendaraan. Apalagi kalau sampai terjadi kecelakaan,” ujar Baso, Rabu 16 Juli 2025.

Baca juga: Kepala Desa Bonelemo Larang Mobilisasi Masmindo, Surati Bupati Luwu

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya atas aksi warga yang menutup jalan sebagai bentuk protes. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan akibat hukum. Oleh karena itu, ia memilih mengambil langkah formal dengan menyurati langsung Bupati Luwu.

“Saya ambil tanggung jawab dengan surat resmi. Dan mulai kemarin, jalan sudah mulai diperbaiki. Titik-titik rusak ditimbun dan dipadatkan. Hari ini mereka pasang plat besi di area lembek dan segera membangun talut penguat tebing,” katanya.

Baca juga: Keberhasilan Masmindo di Luwu: 200 Titik Aspal Amblas dan Sungai yang Memburuk

Menariknya, desain perbaikan yang diajukan perusahaan sebelumnya sempat ditolak Baso karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Ia menegaskan bahwa perbaikan tidak boleh sekadar formalitas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada warga yang bersuara kritis. “Terima kasih pada semua warga yang protes jalan rusak. Kalian sungguh oke. Satu menit tambahan waktu tempuh dalam situasi kritis bisa berakibat fatal bagi nyawa,” tulisnya.

(Kn)