Luwu, Aletheia.id – Kerusakan jalan poros Belopa–Latimojong makin parah. Setidaknya lebih dari 200 titik aspal amblas akibat sering dilalui kendaraan berat milik PT Masmindo Dwi Area. Kondisi ini telah lama dikeluhkan warga karena jalan yang semula mulus kini berubah seperti jalur tambang, berlubang dan tidak nyaman dilalui.
Warga menilai perusahaan tambang PT.Masmindo Dwi Area mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.
“Jalanan masyarakat kini rusak parah, persis seperti jalan tambang yang berlubang,” kata Yudi, warga Desa Bonelemo, Jumat, 11 Juli 2025.
Baca juga: Jalan Poros Rusak Dihantam Kendaraan Tambang Masmindo, Warga Luwu Tutup Akses Jalan
Selain kerusakan jalan, warga juga terganggu dengan aktivitas kendaraan tambang yang melintas di pemukiman tanpa mengenal waktu. Mereka mengaku resah dengan lalu lintas kendaraan berat yang berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak.
Tak hanya itu, warga juga mencemaskan kondisi sungai yang semakin memburuk akibat aktivitas tambang di wilayah hulu. Menurut mereka, tambang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, justru membawa potensi kerusakan lingkungan di masa mendatang.
“Tidak ada manfaat, justru ancaman kerusakan lingkungan di masa depan yang mengkhawatirkan,” kata Yudi.
Untuk diketahui Jalan poros Belopa-Latimojong di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, adalah jalur utama warga dan menghubungkan berbagai desa dan kecamatan, kondisinya kini semakin memprihatinkan. Aspal yang dulunya halus sebelum lalu lalang kendaraan berat PT. Masmindo kini telah berubah menjadi retakan panjang, amblas di banyak titik, dan diwarnai gundukan tanah darurat.
(*)
